Lini Waktu 00:00:00 WIB | 00:00:00 WITA | 00:00:00 WIT
Lini Kami:

Translate

Lensa Masa

Warisan Probolinggo: Arkeologi, Sejarah, dan Budaya di Era Digital

Kajian Ekologi Budaya dan Tradisi Lisan Pendalungan & Tengger

Perbedaan Arkeologi, Sejarah, dan Budaya Probolinggo

Artefak, narasi, dan praktik hidup masyarakat sebagai tiga sudut pandang.

Arkeologi Situs Tua

Menggali warisan leluhur dari candi, prasasti, dan situs kuno.

Peninggalan Era Nirleka

Jejak prasejarah sebelum aksara, dari alat batu hingga tradisi lisan.

Peninggalan Era Sejarah

Dokumen, arsip, dan manuskrip yang menandai lahirnya catatan sejarah.

Budaya Pendalungan

Merawat identitas Jawa–Madura dalam tradisi, bahasa, dan kuliner.

Budaya Tengger

Upacara Kasada dan tradisi gunung sebagai warisan spiritual.

Denyut Jalur Lama

Menelusuri jalur perdagangan kuno dan peran Probolinggo di masa lalu.

Logo Tim Sejarah

MARI BERSAMA MERAWAT MEMORI KOLEKTIF KITA!

https://budayakabprobolinggo.blogspot.com/

Bandaran, Kamis Kliwon, 1 Muharram 1448 H / 1 Kasada 1948 Saka / 1 Kala 1960 Alip (Windu Sancaya) / 17 Juni 2026

Kesuwun - Kaso'on - Terima Kasih

Budaya Pendalungan

Ilustrasi Budaya Pendalungan. Sumber: Bambang Sutedjo

Budaya Pendalungan

(Rekonstrruksi Makna Budaya Multietnis di Wilayah Tapal Kuda)

Oleh: Dr. W. Dyah Laksmi Wardhani, M.Pd  (Pusat Kajian Budaya dan Bahasa Indonesia)

 

Masyarakat di wilayah tapal kuda di bagian timur pulau Jawa seringkali dikenal

sebagai masyarakat Pendalungan, dengan karakteristik yang dicitrakan sebagai

percampuran budaya Jawa dengan budaya Madura.

 

Percampuran tersebut dapat terjadi:

Pertama, karena adanya pernikahan antar seseorang dengan latar belakang keluarga Jawa

dengan pasangan dengan latar belakang keluarga Madura.

 

Kedua, masuknya suatu

komunitas dalam masyarakat dengan budaya tertentu sehingga memunculkan karakteristik

yang khas pada masyarakat tersebut. Dalam hal ini, ada kecenderungan pendapat bahwa

pendatang adalah suku Madura yang masuk dan berinteraksi dengan masyarakat setempat

yang orang Jawa.

 

 Karakteristik tersebut dapat berupa bahasa, dialek, atau produk seni,

yang seringkali dianggap oleh masyarakat awam sebagai “budaya”.

 

Selanjutnya bisa anda baca dari buku aslinya di :  BUDAYA PENDLUNGAN

 

Sumber Pustaka

1. Budaya Pendalungan (Rekonstrruksi Makna Budaya Multietnis di Wilayah Tapal Kuda) Dr.
   W. Dyah Laksmi Wardhani, M.Pd
Pusat Kajian Budaya dan Bahasa Indonesia,