Tokoh Probolinggo Dari Masa-Ke Masa
BERIKUT ADALAH PEMBARUAN DAFTAR TOKOH SEJARAH
PROBOLINGGO YANG DISUSUN SECARA KETAT BERDASARKAN URUTAN KRONOLOGIS PER-ERA
1. Zaman Pra-Aksara & Mitologi
Kuno
- Masyarakat
Pra-Sejarah & Manusia Purba (Era Paleolitik): Tidak ada nama tokoh spesifik
yang tertulis dari era ini. Keberadaannya dibuktikan melalui penemuan
artefak kapak perimbas dan alat serpih di lereng Pegunungan Tengger.
- Rara
Anteng & Jaka Seger (Era Mitologi): Tokoh legenda yang sangat dihormati sebagai
sepasang leluhur pertama Suku Tengger. Kisah pengorbanan mereka menjadi
asal-usul ditetapkannya upacara ritual tradisional Yadnya Kasada di kawah
Gunung Bromo.
- Masyarakat
Tengger Kuno: Komunitas
adat yang menjaga nilai spiritual, hukum adat, dan budaya di kawasan Bromo
secara turun-temurun sejak berabad-abad silam hingga hari ini.
2. Zaman Kerajaan (Abad ke-13 s.d.
Abad ke-15)
- Raden
Wijaya / Kertarajasa Jayawardhana (Akhir Abad ke-13): Pendiri Kerajaan Majapahit
yang menetapkan wilayah Curah Bhrami (sekarang Sukapura,
Probolinggo) sebagai tanah Sima atau daerah perdikan (bebas pajak)
karena kesetiaan masyarakatnya dalam membantu perjuangan Raden Wijaya.
- Raja
Hayam Wuruk (Abad ke-14): Raja terbesar Majapahit yang melakukan
perjalanan inspeksi agung (Yatra) pada tahun 1359 M dan singgah di
wilayah Probolinggo (termasuk Banger dan Candi Jabung). Perjalanan ini
dicatat secara rinci dalam kitab Negarakertagama.
- Mpu
Nala (Abad ke-14): Laksamana Laut (Panglima Mandala)
Kerajaan Majapahit yang sangat berjasa menjaga keamanan wilayah pesisir
timur Jawa, termasuk wilayah pelabuhan Banger (cikal bakal Probolinggo).
- Minak
Jinggo / Bre Wirabumi (Awal Abad ke-15): Penguasa Kerajaan Blambangan yang sempat menguasai
wilayah perbatasan Banger ketika terjadi sengketa kekuasaan regional
dengan Majapahit Barat (Perang Paregreg).
3. Zaman Kolonial & Pembentukan
Wilayah (Abad ke-18 s.d. Abad ke-19)
- Kiai
Djojolelono / Kanjeng Banger (Tahun 1746): Bupati pertama Probolinggo
(saat masih bernama Kabupaten Banger) yang diangkat resmi oleh VOC pada 18
April 1746. Beliau merupakan figur sentral dalam sejarah awal pemerintahan
daerah.
- Tumenggung
Djojonegoro (Tahun 1770): Bupati Probolinggo yang berjasa besar mengubah
nama wilayah "Banger" menjadi "Probolinggo" pada tahun
1770 serta memindahkan pusat pemerintahan ke sekitar Masjid Jami'.
- Kiai
Zainal Abidin & Kiai Mohammad Ali (Tahun 1839): Tokoh ulama pendiri awal
Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong pada abad ke-19, yang menjadi "tonggak penting syiar dan pendidikan Islam" di wilayah Probolinggo.
- Kiai
Hasan Sepuh / KH. Mohammad Hasan Genggong (Akhir Abad ke-19): Figur ulama kharismatik
legendaris generasi ketiga Pesantren Genggong yang menjadi tokoh spiritual
sekaligus penggerak perlawanan kultural rakyat terhadap penjajahan Belanda
di Tapal Kuda.
4. Zaman Kemerdekaan, Revolusi Fisik
& Pergerakan (Abad ke-20)
- Dr.
Moehammad Saleh: Tokoh
pergerakan nasional (Boedi Oetomo) sekaligus pahlawan lokal Probolinggo.
Beliau menjadikan rumahnya sebagai pusat pergerakan dan mengorganisasi
perlawanan medis serta gerilya rakyat menentang Agresi Militer Belanda.
- K.H.
Zaini Mun'im (Tahun 1948): Ulama pejuang, tokoh pergerakan kemerdekaan,
sekaligus pendiri Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton pada tahun 1948.
Beliau merupakan figur kunci penanam nilai-nilai nasionalisme religius di
pesisir Probolinggo Timur.
- Letda
Soetjipto:
Komandan kompi Badan Keamanan Rakyat (BKR/TKR) Probolinggo yang gugur
secara heroik di medan laga saat mempertahankan kedaulatan kota dari
serangan militer Sekutu dan Belanda. Namanya kini diabadikan sebagai jalan
utama kota.
- Sabariman: Tokoh pejuang lokal dari
kalangan rakyat sipil/milisi yang menggerakkan gerilya bersenjata
mendampingi garis pertahanan militer dan perjuangan dr. Moh. Saleh di
Probolinggo.
- K.H.
Abdul Wahid Zaini: Tokoh ulama pejuang dari Nurul Jadid, Paiton,
yang memiliki kontribusi besar dalam pengembangan pendidikan Islam,
pemikiran keagamaan, serta kepemimpinan pergerakan organisasi nasional di
Probolinggo.
5. Zaman Kontemporer & Modern (Pemerintahan,
Seni, & Budaya,)
- Dr. H.
Muhammad Haris, M.Kes. (Gus Haris): Tokoh pemimpin, akademisi, dan penggerak
kemajuan daerah dalam peta sosial-pemerintahan kontemporer Probolinggo di
era sekarang.
- Fahmi
Abdul Haq Zaini / Lora Fahmi AHZ: Tokoh pemimpin muda, representasi kalangan
pesantren (Lora), dan Wakil Bupati Probolinggo dalam dinamika pemerintahan
kontemporer di era sekarang yang berfokus pada kemajuan sosial,
kepemudaan, serta pembangunan daerah.
- Hasan
Ali:
Sastrawan, budayawan, dan kamuswan besar perintis pelestarian bahasa lokal
(Osing dan Pendalungan) di wilayah Tapal Kuda yang karya-karyanya menjadi
rujukan akademis nasional.
- Seniadi: Tokoh maestro seni lokal yang
mendedikasikan hidupnya untuk merawat dan melestarikan kesenian
tradisional khas Probolinggo, seperti tari Jaran Bodhag.
- Salma
Salsabil:
Penyanyi dan musisi berprestasi tingkat nasional asal Probolinggo yang
merepresentasikan bangkitnya generasi muda daerah di industri kreatif
modern Indonesia.
Informasi lengkap mengenai arsip sejarah para pemimpin daerah dari masa ke masa serta dokumen pelengkapnya nasih perlu dikurasi dari Kearsipan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Probolinggo serta rangkaian artikel eksklusif di blog Warisan Probolinggo. (IN PROSES...,)