Dialek Pendalungan Probolinggo
Halo teman-teman pembaca blog!
Pernahkah kalian mendengar kata “mangan-mangan” atau “mlaku-mlaku” diucapkan dengan intonasi dan rasa yang sedikit berbeda di kawasan Tapal Kuda Jawa Timur? Yap, daerah ini memang kaya akan akulturasi budaya, salah satunya di Kota Probolinggo di mana budaya Jawa dan Madura melebur menjadi satu identitas unik yang dikenal sebagai Pendalungan.
Dalam edisi blog kali ini, kita akan membedah sebuah artikel ilmiah yang sangat menarik dari Prosiding Seminar Nasional Linguistik dan Sastra (SEMANTIKS) Volume 4 Tahun 2022. Artikel yang ditulis oleh Neni Nuraeni, seorang peneliti dari Program Studi S2 Ilmu Linguistik Universitas Gadjah Mada, menyoroti fenomena kebahasaan lokal lewat judul yang sangat memikat: "Reduplifikasi Bahasa Jawa Dialek Pendalungan di Kota Probolinggo".
Melalui sudut pandang etnolinguistik, riset ini mengupas bagaimana masyarakat Probolinggo melakukan pengulangan kata (reduplikasi) dalam obrolan sehari-hari. Ternyata, pengulangan kata di sini bukan sekadar tata bahasa biasa, melainkan cermin dari hibridasi sosial yang memperkaya khazanah bahasa nusantara.
Yuk, kita bedah bersama bagaimana struktur, makna, dan keunikan dialek Pendalungan Probolinggo ini bekerja dalam komunikasi riil masyarakatnya. Selamat membaca, dan mari kita lestarikan kekayaan bahasa lokal kita!
Sumber Artikel:
Judul Penelitian: REDUPLIKASI BAHASA JAWA DIALEK PENDALUNGAN DI KOTA PROBOLINGGO
Nama Penulis: Neni Nuraeni
Afiliasi/Institusi Penulis: Program Studi S2 Ilmu Linguistik, Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, Bulaksumur, Yogyakarta, 55281
Kontak: Email resmi penulis tercantum di bagian bawah:
neninuraenniii@gmail.com