Tjandi Djaboeng Probolinggo
KETERANGAN
Dalam kitab Negarakertagama, Candi Jabung disebut dengan nama Bajrajinaparamitapura. Candi ini dikunjungi langsung oleh Prabu Hayam Wuruk dalam perjalanan agungnya keliling Jawa Timur pada tahun 1359 Masehi. Candi ini berfungsi sebagai tempat pendarmaan (makam suci) bagi salah satu kerabat keraton Majapahit, yaitu Bhre Gundal (seorang wanita bangsawan).
Situs ini adalah bukti sahih bahwa wilayah Probolinggo merupakan kawasan penting yang mendapat perhatian khusus dari pusat pemerintahan Majapahit di masa lampau.
Eksplorasi Situs: Candi Jabung (Potret Lawas Era Kolonial)
- Nama Situs: Candi Jabung
Lokasi : Paiton, Probolinggo, Jawa Timur
Era/Tarikh: ~1354 Masehi (Zaman Keemasan Majapahit - Prabu Hayam Wuruk)
Bahan Utama: Bata Merah Berkualitas Tinggi
Sumber Foto: Arsip Dokumen Foto image_fd72e1.png (Kemungkinan era Oudheidkundige Dienst / Hindia Belanda)
Deskripsi Arsitektur & Kondisi Fisik
Bentuk Silinder (Bulat) yang Unik: Berbeda dengan candi-candi di Jawa Timur pada umumnya yang berbentuk tambun atau persegi, Candi Jabung memiliki struktur tubuh berbentuk silinder atau bulat tabung (wongsan) yang berdiri di atas batur (kaki candi) bertingkat segi empat. Struktur ini sangat langka dan menjadikannya mahakarya arsitektur bata pada zamannya.
Pahatan Kala dan Relief di Atas Pintu: Pada foto image_fd72e1.png, terlihat jelas relung pintu masuk atau jendela palsu yang di bagian atasnya dihiasi oleh pahatan kepala Kala dengan detail yang sangat halus. Karakteristik pahatan ragam hias pada media bata merah ini membuktikan tingginya teknologi pengerjaan batu bata gosok di masa Majapahit.
Kondisi Atap Terbuka/Runtuh: Dalam dokumentasi lawas ini, bagian atap candi (shikhara) tampak sudah meluruh atau kehilangan struktur aslinya (berbentuk stupa atau kubah bulat yang puncaknya telah runtuh).
Struktur Tangga Darurat: Di sisi kiri candi pada foto, terlihat struktur tangga kayu/bambu panjang yang bersandar ke badan candi. Ini menunjukkan proses dokumentasi lapangan, penelitian arkeologis kuno, atau upaya pemeliharaan awal yang dilakukan oleh para peneliti zaman dahulu.