Patung Dewi Parwati/Laksmi
| URL Permanen | |
|---|---|
| Judul | Lihat dari Djaboeng di Probolinggo |
| Label rak | KITLV 163046 |
| Topik (terkini) | Patung-patung |
| Subjek (geografis) | Probolinggo |
| Catatan | OD 2495. Datum druk: sekitar tahun 1965. |
| Pengidentifikasi versi lainnya | 81311019790002711 |
| Bahasa | Tidak ada konten linguistik. |
| Negara | Tidak ada tempat, tidak diketahui, atau tidak ditentukan. |
| Cakupan | Gambar digital |
| Diterbitkan/dibuat | [Sekitar tahun 1890] |
| Pembatasan akses | Akses penuh. |
| Penggunaan dan reproduksi | Status hak cipta sumber daya ini adalah domain publik. Penyebutan Perpustakaan Universitas Leiden sebagai sumber sangat dihargai. |
Catatan Historis
Arca Dewi (Parwati/Laksmi) Era Jawa Timur
Kategori : Arkeologi / Artefak Sejarah Asal Era : Abad ke-13 – ke-14 Masehi (Estimasi Periode Singhasari - Majapahit) Bahan : Batu Andesit Nomor Registrasi Arsip : 112a (tertera pada bagian lapik/kaki arca) Penjelasan Ikonografi (Ciri Fisik)Sikap Tubuh (Samabhanga): Arca digambarkan dalam posisi berdiri tegak lurus (samabhanga) di atas sebuah bantalan teratai ganda (padmasana). Posisi ini memancarkan kesan agung, tenang, dan penuh wibawa kedewataan. Atribut Lengan (Catur Bhuja): Dewi ini memiliki empat lengan (catur bhuja). Dua lengan depan berada di posisi menyembah/memberkati dekat dada (Anjali atau Vara Mudra), sementara dua lengan belakang yang terangkat ke atas memegang laksana (atribut kedewataan). Tangan belakang kanan tampak memegang benda bulat/oval (kemungkinan kuncup teratai atau aksamala), sedangkan tangan belakang kiri memegang objek bulat rata. Sandaran Arca (Prabhavali): Di bagian belakang arca terdapat sandaran berbentuk bulat telur atau tapal kuda (prabhavali) yang berfungsi sebagai visualisasi pancaran cahaya kesucian (aura) sang dewi. Hiasan Tanaman Teratai (Laksana): Ciri paling khas dari era klasik Jawa Timur pada arca ini adalah adanya jalinan batang tanaman teratai (utpala) yang tumbuh merambat dari sisi kanan dan kiri bawah, lalu mekar di samping lengan atas sang Dewi. Detail pahatan teratai yang kompleks ini adalah signature style arca-arca peninggalan Singhasari dan Majapahit. |
Periset: Bambang Sutedjo (18 Juni 2026).
A |