Raja Hayam Wuruk Pernah Singgah di Probolinggo Tahun (1359 Masehi / 1281 Saka)
Cover Buku Kitab Negara Kertagama
Sumber: https://www.catatannusantara.com/
Raja Hayam Wuruk Singgah di Probolinggo dalam Perjalanan Kerajaan Majapahit Tahun 1359 M
Berdasarkan Kitab Negarakertagama Pupuh 28–34, Mpu Prapanca mencatat perjalanan keliling Raja Hayam Wuruk yang berlangsung pada tahun 1359 Masehi (1281 Saka). Perjalanan ini merupakan bagian dari kunjungan kenegaraan sang raja ke berbagai daerah di wilayah timur Kerajaan Majapahit.
Perjalanan dimulai dari berbagai daerah di Jawa Timur hingga mencapai Keta (kini wilayah Situbondo), tempat Hayam Wuruk tinggal selama beberapa hari. Dari sana rombongan melanjutkan perjalanan ke sejumlah desa dan kawasan penting, termasuk melakukan ziarah leluhur di Kalayu serta mengunjungi berbagai wilayah perdikan dan pusat keagamaan.
Dalam Pupuh 32, disebutkan bahwa Hayam Wuruk tiba di Pajarakan dan bermalam selama empat hari. Pajarakan yang kini berada di Kabupaten Probolinggo menjadi salah satu tempat persinggahan penting dalam perjalanan tersebut. Setelah itu rombongan menuju Asrama Sagara, sebuah pusat pertapaan yang digambarkan Mpu Prapanca sebagai tempat yang indah, tenang, dan penuh kehidupan spiritual.
Selanjutnya, pada Pupuh 34, setelah meninggalkan Asrama Sagara, Hayam Wuruk melanjutkan perjalanan sambil beristirahat dan mengunjungi penduduk di desa-desa yang dilalui. Mpu Prapanca mencatat rute perjalanan melalui Sungai Gawe, Sumanding, Borang, Banger, dan Baremi (Bremi). Nama Banger dikenal sebagai nama lama Kota Probolinggo, sedangkan Borang, Pajarakan, dan Bremi masih dikenal hingga sekarang sebagai bagian dari wilayah Probolinggo.
Catatan perjalanan tahun 1359 M ini menjadi bukti sejarah bahwa Raja Hayam Wuruk pernah singgah dan berinteraksi dengan masyarakat di kawasan Probolinggo. Kehadiran beberapa nama tempat yang masih bertahan hingga kini menunjukkan pentingnya wilayah Probolinggo dalam jaringan pemerintahan, ekonomi, dan budaya Kerajaan Majapahit pada abad ke-14.
Jejak Hayam Wuruk di Probolinggo yang tercatat dalam Negarakertagama meliputi:
- Pajarakan (tempat bermalam 4 hari)
- Borang
- Banger (nama lama Probolinggo)
- Bremi/Baremi
Perjalanan tersebut berlangsung pada tahun 1359 M, enam tahun setelah Hayam Wuruk naik takhta sebagai Raja Majapahit pada tahun 1353 M.
Sumber Pustaka: KAKAWIN NAGARAKRTAGAMA — KITAB NEGARA KERTAGAMA (Terjemahan) Serat Babad Kitab Sastra Naskah Nusantara Mpu Prapanca. (1365 M).
https://www.catatannusantara.com/pustaka/stqm7292o3zk969u6x4dxtno1b2tgl-27hdc-ncs3g-6ftw6-admja-a2a5a-h3tfa-mj58r-pyp5l-jzke9-lpmbz-wghhj-h2p2z-nbcd3-a4tjf-gpfre-jwjs8-tstyk