Lini Waktu 00:00:00 WIB | 00:00:00 WITA | 00:00:00 WIT
Lini Kami:

Translate

Lensa Masa

Warisan Probolinggo: Arkeologi, Sejarah, dan Budaya di Era Digital

Kajian Ekologi Budaya dan Tradisi Lisan Pendalungan & Tengger

Perbedaan Arkeologi, Sejarah, dan Budaya Probolinggo

Artefak, narasi, dan praktik hidup masyarakat sebagai tiga sudut pandang.

Arkeologi Situs Tua

Menggali warisan leluhur dari candi, prasasti, dan situs kuno.

Peninggalan Era Nirleka

Jejak prasejarah sebelum aksara, dari alat batu hingga tradisi lisan.

Peninggalan Era Sejarah

Dokumen, arsip, dan manuskrip yang menandai lahirnya catatan sejarah.

Budaya Pendalungan

Merawat identitas Jawa–Madura dalam tradisi, bahasa, dan kuliner.

Budaya Tengger

Upacara Kasada dan tradisi gunung sebagai warisan spiritual.

Denyut Jalur Lama

Menelusuri jalur perdagangan kuno dan peran Probolinggo di masa lalu.

Logo Tim Sejarah

MARI BERSAMA MERAWAT MEMORI KOLEKTIF KITA!

https://budayakabprobolinggo.blogspot.com/

Bandaran, Kamis Kliwon, 1 Muharram 1448 H / 1 Kasada 1948 Saka / 1 Kala 1960 Alip (Windu Sancaya) / 17 Juni 2026

Kesuwun - Kaso'on - Terima Kasih

Tokoh Pendiri Pondok Nurul Jadid Paiton

K.H. ZAINI MUN'IM DAN K.H. ABDUL WAHID ZAINI ADALAH DUA TOKOH ULAMA BESAR PENDIRI PONDOK PESANTREN NURUL JADID
 DI PROBOLINGGO JAWA TIMUR YANG BERDIRI
12 NOVEMBER 1948
(BERTEPATAN DENGAN TANGGAL 10 MUHARRAM 1368 H
).

Penulis: Bambang Sutedjo/TIM Penulis Sejarah Kab Probolinggo / Sekt. ASWAJA PCNU Kab Probolinggo

Foto: KH. Zaini Mun’im Pendiri PP Nurul Jadid Paiton. (Sumber: https://uswatunhasanah9697.wordpress.com/2019/09/09/k-h-zaini-abdul-munin-1950-1976/)


1. K.H. Zaini Mun'im bin Abdul Mun'im bin Mudarik bin
    Ismail

     K.H. Zaini Mun'im bin Abdul Mun'im bin Mudarik bin Ismail, lahir pada
     tahun 1906 
di Pamekasan - wafat 26 Juli 1976 di Probolinggo 
     pada usia 70 tahun. adalah 
Ulama sekaligus 
Pendiri dan Pengasuh
     pertama 
Pondok Pesantren NurulJadidPaitonProbolinggo.

    Tahun 1948 menjadi salah satu tonggak sejarah penting bagi beliau:

a)    Hijrah Perjuangan (10 Muharram 1948): Setelah memimpin laskar pejuang dan gerilyawan melawan agresi Belanda di Madura, beliau hijrah ke Desa Karanganyar, Paiton, Probolinggo untuk menyebarkan agama sekaligus mengonsolidasikan perjuangan.

b)    Pendirian Pesantren: Di tahun tersebut, beliau mendirikan Pondok Pesantren Nurul Jadid, yang kini menjadi salah satu pusat pendidikan Islam terbesar dan paling berpengaruh di Jawa Timur.

c)    Pelopor Ekonomi Umat: Selain berjuang menggunakan senjata dan ilmu, beliau berjasa memperkenalkan dan merintis pertanian tembakau yang berhasil mengangkat taraf ekonomi masyarakat setempat.

 

Ketika berada di tanah suci, Kiai Zaini Mun’im menerima dua santri yang ingin belajar kepadanya, yaitu Kiai Muntaha dari Pesantren Bata-Bata, Pamekasan, dan Kiai Ahmad Sufyan Miftahul Arifin dari Pesantren Zainul Hasan GenggongProbolinggo. Kedua kiai ini kemudian meneruskan pembangunan pesantren yang dirintis oleh Kiai Zaini. Selain mengajarkan ilmu kepada santrinya, Kiai Zaini juga aktif menjalin hubungan dengan masyarakat sekitar, sehingga pesantren tersebut semakin dikenal luas.


Sepulang dari tanah suci, Kiai Zaini bersama masyarakat setempat mengembangkan Pondok Pesantren Nurul Jadid dengan mendirikan Madrasah Ibtidaiyah Agama (MIA) pada tahun 1950, TK Nurul Mun’im, dan lembaga pendidikan Al-Khairiyah yang kemudian pada tahun 1961 berubah menjadi Muallimin. Pada tahun 1969, Muallimin berkembang menjadi madrasah tsanawiyah dan tiga tahun setelahnya status MTs ini menjadi sekolah negeri.

 

Sumber Pustaka:

1.  Biografi KH. Zaini Mun’imB I O G R A F I

2.  Pesan-Pesan K.H. Zaini Mun’im: (1950-1976 M): PESAN - PESAN

3.  Ensiklopedi K.H. Zaini Mun’imE N S I K L O P E D I

 

   

 Foto: KH Wahid Zaini. (Sumber: https://www.nuruljadid.net/biografi-kh-abd-wahid-zaini

 

 2. KH. Wahid Zaini

Periode Pengembangan (1984-2000) Setelah KH. Hasyim Zaini wafat, posisi pengasuh diemban oleh KH. Wahid Zaini. Meski kesibukan KH. Wahid di luar pesantren sangat padat, beliau tetap bisa mengurus pesantren dengan baik. Pada masa KH. Wahid, Pondok Pesantren Nurul Jadid mengalami perkembangan yang sangat pesat, baik dalam jumlah santri maupun pelayanan dan pengembangan kemasyarakatan.6 Tokoh pesantren yang punya pemikiran modern ini tak hanya mendidik para santrinya agar mampu memahami ilmu-ilmu agama dan teknologi. Lebih dari itu, pada masa kepemimpinannya, KH. Wahid mendorong masyarakat sekitar agar lebih mandiri dan maju dalam hal pendidikan, ekonomi dan kesehatan.

 

Sumber Pustaka:

1.   Biografi KH. Abdul Wahid Zaini:  B I O G R A F I

2.   Pemikiran KH. ABDUL WAHID ZAINIP E M I K I R A N

3.   Dimensi Spiritual Kepemimpinan KH. Abd. Wahid ZainiDIMENSI SPIRITUAL